Langsung ke konten utama

Seseorang yang Kusebut "Dia"

Pada suatu malam yang panjang, seseorang tengah menghidupkan sebuah perjuangan. Dia berjalan. Perlahan. Menyebut beberapa nama, lantas kemudian menepikan kata sederhana di ujung kalimat akhir. "Aamiin".

Dia tertunduk, pasrah. Sampai ... dia pun tak sempat bertanya pada pohon-pohon atau riwayat embusan angin malam itu yang tidak menyerah menghalau rasa dingin, melesat membawa sebuah ingin.

Yang terjadi ... dua telapak tangannya hangat, menampung tetesan air mata. Aku melihat sebuah tanda tanya di sepanjang jalan kenang. Harap yang terus dia teriakkan dalam tenang.

Apakah dia bermimpi? Aku rasa tidak. Sebuah keyakinan terpatri kuat dalam hatinya. Tentang kuasa Tuhan yang tiada kata "tak mungkin". Sang Mahakuasa yang bisa membuat ada dari yang mulanya tiada.

Kusebut dia seseorang yang tengah menanti. Tatkala Tuhan berkata "kun". Lantas inginnya pun terjadi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sepakat

Memangnya ada, ya, hidup berwarna terus? Tentu saja akan ada sisi kelabu yang datang sesekali. Siapa, sih, yang tak ingin menyaksikan mimpi yang pernah ditanam dan dirawat tumbuh subur sampai bisa dinikmati keindahan bunganya. Tentu saja semua ingin itu, kan? Bukan suatu hal yang asing lagi. Tentang persepsi dan ekspektasi kita tentang hidup memang demikian adanya. Sangat manusiawi, tidak bisa kita pungkiri. Tuhan paham benar apa maunya kita. Serta Tuhan pun tahu apa yang terbaik untuk hamba-hamba-Nya. Sehingga, percayalah Tuhan tak mengutus semesta secara semena-mena. Kita dengan porsi yang sudah ditimbang pas, tidak kurang dan tidak lebih. Perbanyak muhasabah dan syukur agar kita menjadi pribadi yang lebih tabah. Tanda dari rasa syukur adalah ketika hati dan pikiran bersatu menyepakati keputusan semesta. Yuk, sepakat, ya.

30 Hari Menulis Novel

Bismillah. Disampaikan pada: Sabtu, 8 Mei 2021 Di Channel Telegram INDONESIA MENULIS: http://t.me/MenulisIndonesia Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh. Hai, Teman-teman ☺️ Perkenalkan, nama saya Sekar Hidayatun Najakh. Seorang yang baru dan masih mencoba untuk terus belajar menulis, hehe. Alhamdulillah, pertama tama mari kita haturkan syukur kehadirat Allah ta'ala, Tuhan Yang Maha Esa atas segala nikmat dan kasih sayang-Nya. Di mana, pada malam hari ini kita bisa bersua di channel Indonesia Menulis ini dengan penuh kebahagiaan, semangat, dan tanpa ada kurang suatu apapun. Tak lupa pula, saya ucapkan terima kasih kepada Kak Indah yang telah memberikan kesempatan malam ini untuk bisa sharing sedikit ilmu tentang tips menulis novel dalam 30 hari. Sudah siap, ya, semuanya? 😊 Baik, langsung saja, ya. Ketika kita berbicara mengenai menulis novel, apa yang ada di dalam benak kita? Susah? atau Duh, bisa enggak, ya? Hehe. Tentu saja hal itu manusiawi sekali, kok. Setiap orang tentu...