Langsung ke konten utama

Jika Benar Itu Cinta

Katanya, mencintai itu tidak mudah. Tidak semudah jatuh cinta. Sebab di dalamnya terdapat proses dan usaha.

Mencintai bukan perkara yang cuma dipandang sebelah mata. Mencintai bukan pula sekedar potret pilihan, yang bisa ditangkap mudah dengan lensa kamera. Karena ada tanggung jawab yang mesti dijaga.

Katanya, mencintai itu tidak butuh alasan. Namun, kenyataan menunjukkan tidak selamanya demikian.

Mencintai itu bukan hanya sebatas ucapan "I love you", bukan hanya sebatas luahan "I heart you", bukan pula sebatas rengekan "I miss you". Tidak, nyatanya mencintai tidak seremeh itu.

Lantas jika ada pertanyaan,

"sejauh mana kamu mencintai agamamu?", "apa saja yang sudah kamu lakukan untuk membuktikan cintamu kepada Tuhanmu?", "bagaimana kamu membuktikan cintamu kepada Rasulmu?", "sedalam apa kamu mencintai orang tuamu?" dan sebagainya, sudahkah ada jawabannya?

Mungkin tidak sebatas jawaban biasa, sebab nantinya bukan lisan yang akan menjawabnya, tetapi iman di dada yang diberi kesempatan untuk membeberkan semuanya.

Ternyata benar, mencintai itu tidak mudah. Jika mencintai apa yang wajib kita cintai belum terbukti, lantas benarkah apa yang disebut cinta kepada selain-Nya? Jika benar itu cinta, bukankah tidak ada yang disebut cinta, jika bukan karena Allah?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Arti Bahagia

Inilah kita yang sedang tertatih dalam perjalanan. Kita yang barangkali sedang letih berlatih sabar. Kaki-kaki yang terseok dan terjatuh, di medan perjuangan. Kita yang telah menguras hidup dengan dengan segala pengorbanan. Pengorbanan energi, perasaan, pikiran, serta curi-curi waktu untuk sekadar meluruskan punggung pada sandaran. Kehidupan memang seperti ini, ya. Kita paham benar jika tidak semua impian akan datang berwujud kenyataan. Lantas batin pun berkata, "Sudah sejauh ini. Namun, ujungnya semakin tak terlihat." Impian yang kita kira akan membuahkan bahagia, satu per satu berguguran. Meneruskan perjalanan ini atau berputar ke arah yang lain? Baik, kita pilih saja. Tidak ada pilihan yang salah di sini. Tidak apa-apa, kita lakukan saja. Sehebat apa pun kita berencana, tetap rencana-Nya yang akan menuntun kita. Dialah yang berhak penuh dalam menentukan, ke arah mana kita harus berbahagia. Ada yang mengatakan, jika bahagia adalah cara pandang tentang hidup. Di mana unsur s...

Sepakat

Memangnya ada, ya, hidup berwarna terus? Tentu saja akan ada sisi kelabu yang datang sesekali. Siapa, sih, yang tak ingin menyaksikan mimpi yang pernah ditanam dan dirawat tumbuh subur sampai bisa dinikmati keindahan bunganya. Tentu saja semua ingin itu, kan? Bukan suatu hal yang asing lagi. Tentang persepsi dan ekspektasi kita tentang hidup memang demikian adanya. Sangat manusiawi, tidak bisa kita pungkiri. Tuhan paham benar apa maunya kita. Serta Tuhan pun tahu apa yang terbaik untuk hamba-hamba-Nya. Sehingga, percayalah Tuhan tak mengutus semesta secara semena-mena. Kita dengan porsi yang sudah ditimbang pas, tidak kurang dan tidak lebih. Perbanyak muhasabah dan syukur agar kita menjadi pribadi yang lebih tabah. Tanda dari rasa syukur adalah ketika hati dan pikiran bersatu menyepakati keputusan semesta. Yuk, sepakat, ya.

30 Hari Menulis Novel

Bismillah. Disampaikan pada: Sabtu, 8 Mei 2021 Di Channel Telegram INDONESIA MENULIS: http://t.me/MenulisIndonesia Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh. Hai, Teman-teman ☺️ Perkenalkan, nama saya Sekar Hidayatun Najakh. Seorang yang baru dan masih mencoba untuk terus belajar menulis, hehe. Alhamdulillah, pertama tama mari kita haturkan syukur kehadirat Allah ta'ala, Tuhan Yang Maha Esa atas segala nikmat dan kasih sayang-Nya. Di mana, pada malam hari ini kita bisa bersua di channel Indonesia Menulis ini dengan penuh kebahagiaan, semangat, dan tanpa ada kurang suatu apapun. Tak lupa pula, saya ucapkan terima kasih kepada Kak Indah yang telah memberikan kesempatan malam ini untuk bisa sharing sedikit ilmu tentang tips menulis novel dalam 30 hari. Sudah siap, ya, semuanya? 😊 Baik, langsung saja, ya. Ketika kita berbicara mengenai menulis novel, apa yang ada di dalam benak kita? Susah? atau Duh, bisa enggak, ya? Hehe. Tentu saja hal itu manusiawi sekali, kok. Setiap orang tentu...